Kedua pasangan calon menargetkan kemenangan dalam PSU yang harus digelar dalam waktu 60 hari, sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada Senin (24/2).
PSU ini mempertemukan kembali Joncik Muhammad dan Budi Antoni dalam kontestasi Pilkada Empat Lawang, setelah sebelumnya mereka berhadapan pada Pilkada 2008 dan 2013.
Dalam sebuah unggahan di Instagram, Joncik menegaskan bahwa perjuangan mereka belum selesai. Didampingi pasangannya, Arifai, serta beberapa tokoh politik seperti Yulius Maulana (eks Wakil Bupati Empat Lawang 2018-2023) dan H Syahril Hanafiah (eks Wakil Bupati Empat Lawang 2013-2018), Joncik menyerukan tekad untuk memenangkan PSU.
"Hari ini kita dihadapkan pada kenyataan bahwa kita harus bertarung kembali. Perjuangan kita belum selesai," ujar Joncik dalam video berdurasi 60 detik yang diunggahnya.
Di sisi lain, kubu HBA-Henny juga optimistis menang. Ketua Tim Pemenangan mereka, Joni Rico, menargetkan perolehan suara hingga 70-80 persen dalam PSU nanti.
"Kami yakin masyarakat menginginkan perubahan. Banyak yang berharap Budi Antoni kembali memimpin," tegas Rico.
Paslon JM-Fai mendapatkan dukungan penuh dari PDI Perjuangan dan PAN. Saukani, Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Empat Lawang, memastikan bahwa mesin partai kembali dipanaskan untuk memenangkan JM-Fai.
Sementara itu, Ketua DPD PAN Empat Lawang, Darli SH MH, menegaskan bahwa seluruh kader PAN akan all-out mendukung Joncik.
Sementara itu, meski hanya diusung oleh PKB dan beberapa partai non-parlemen, kubu HBA-Henny tetap yakin bisa memenangkan PSU.
Mereka mengandalkan jaringan loyalis dan program-program unggulan yang telah disiapkan.
Jika terpilih, HBA-Henny berkomitmen menyelesaikan berbagai permasalahan krusial di Empat Lawang.
"Kami akan fokus menyelesaikan tunggakan BPJS yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Ini menyangkut nyawa warga, sehingga harus ditangani dengan serius," ujar Rico.
Selain itu, mereka akan melanjutkan program Empat Lawang Emass, yang memprioritaskan pembangunan pendidikan, infrastruktur, dan sektor lain yang masih tertinggal.
"Kami ingin PSU ini berlangsung jujur dan adil, tanpa hambatan seperti yang dialami paslon kami sebelumnya," tambahnya, merujuk pada dugaan penjegalan terhadap Budi Antoni saat pendaftaran Pilkada 2024.
Pada Pilkada 27 November 2024 lalu, Joncik Muhammad menang telak dengan 147.331 suara, melawan kotak kosong yang hanya memperoleh 35.923 suara.
Joncik mengklaim bahwa suara HBA-Henny dalam PSU nanti hanyalah representasi dari suara kotak kosong di Pilkada sebelumnya.
Namun, Joni Rico membantah klaim tersebut. Menurutnya, suara kotak kosong bukanlah suara paslon HBA-Henny, melainkan suara masyarakat yang kecewa terhadap kepemimpinan sebelumnya.
"Masyarakat bisa membandingkan era kepemimpinan sebelumnya. Banyak yang berharap Budi Antoni kembali memimpin," tegasnya.
Dengan waktu persiapan yang sudah mencapai 90 persen, tim HBA-Henny siap menghadapi PSU, termasuk dalam debat kandidat serta strategi kampanye di seluruh wilayah Empat Lawang.
"Kami solid dan siap bergerak demi Empat Lawang yang lebih baik," pungkas Rico.
Sementara itu, kubu JM-Fai juga menegaskan bahwa tidak ada pilihan lain selain menang dalam PSU mendatang.
Dengan tensi politik yang semakin memanas, PSU Pilkada Empat Lawang 2024 diprediksi akan menjadi salah satu pertarungan paling sengit di Sumatera Selatan tahun ini.
.jpg)